NAMA RAFLY HARI SANDI
NPM 59413752
KELAS 3IA21
MATA KULIAH DESAIN PEMODELAN GRAFIK
NAMA DOSEN SYEHFANI RAHMA DESKI
Jika
kita mendengar kata "desain pemodelan grafik" yang terlintas di benak
kita adalah gambar. Agar lebih jelasnya kita akan memahami pengertian desain
pemodelan grafik dengan mengenal per kata terlebih dahulu.
Desain
Desain
adalah seni terapan, arsitektur dan pencapaian kreatif lainnya. Desain juga
diartikan sebagai kerangka bentuk atau rancangan.
Pemodelan
Pemodelan
adalah pola/contoh dari sesuatu yang akan dibuat atau dirancang. Pemodelan
adalah tahap dimana akan dibentuknya suatu obyek. Proses pemodelan ini
memerlukan perancangan dengan beberapa langkah saat pembuatannya.
Grafik
Grafik
didefinisikan sebagai pengungkaapn dan perwujudan dalam bentuk huruf,simbol dan
gambar dengan menggunakan proses pencetakan. Grafik juga didefinisikan sebagai
suatu manipulasi model dan citra.
Dari
ketiga definisi di atas dapat disimpulkan desain pemodelan grafik adalah proses
penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui beberapa
tahapan yaitu membuat, menyimpan dan manipulasi model dan citra.
Desain
permodelan grafik sangat berkaitan dengan grafik komputer. Pemodelan adalah
proses membentuk suatu obyek. Membuat
dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara
keseluruhan dikerjakan di komputer.
Melalui
konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil
ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D
modelling) (Nalwan, 1998).
Berikut
adalah kegiatan yang berkaitan dengan grafik komputer:
Pemodelan
geometris : menciptakan model matematika dari objek-objek 2D dan 3D.
Rendering
: memproduksi citra yang lebih solid dari model yang telah dibentuk.
Animasi
: Menetapkan/menampilkan kembali tingkah laku/behaviour objek bergantung waktu.
Pemodelan
Geometris
Transformasi
dari suatu konsep (atau suatu benda nyata) ke suatu model geometris yang bisa
ditampilkan pada suatu komputer :
Shape/bentuk
Posisi
Orientasi
(cara pandang)
Surface
Properties / Ciri-ciri Permukaan (warna, tekstur)
Volumetric
Properties / Ciri-ciri volumetric (ketebalan/pejal, penyebaran cahaya)
Lights/cahaya
(tingkat terang, jenis warna)
Pemodelan
Geometris yang lebih rumit :
Jala-Jala
segi banyak: suatu koleksi yang besar dari segi bersudut banyak, dihubungkan
satu sama lain.
Bentuk
permukaan bebas: menggunakan fungsi polynomial tingkat rendah.
membangun
suatu bentuk dengan menerapkan operasi boolean pada bentuk yang primitif.
Pemodelan
3D
Proses
pemodelan 3D dibagi menjadi beberapa tahapan untuk pembentukannya.
Seperti obyek apa yang ingin dibentuk
sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D, pencahayaan dan
animasi gerakan obyek sesuai dengan
urutan proses yang akan dilakukan.
Motion
Capture/Model 2D
Yaitu
langkah awal untuk menentukan bentuk model obyek yang akan dibangun dalam bentuk 3D. Penekanannya adalah
obyek berupa gambar wajah yang sudah
dibentuk intensitas warna tiap pixelnya dengan metode Image Adjustment Brightness/Contrast, Image Color
Balance, Layer Multiply, dan tampilan
Convert Mode RGB dan format JPEG. Dalam tahap ini digunakan aplikasi
grafis seperti Adobe Photoshop atau
sejenisnya.
Dasar Metode Modeling 3D
Ada
beberapa metode yang digunakan untuk pemodelan 3D. Ada jenis metode pemodelan obyek yang disesuaikan
dengan kebutuhannya seperti dengan nurbs
dan polygon ataupun subdivision. Modeling polygon merupakan bentuk segitiga dan segiempat yang menentukan area
dari permukaan sebuah karakter. Setiap polygon menentukan sebuah bidang datar
dengan meletakkan sebuah jajaran polygon
sehingga kita bisa menciptakan bentuk-bentuk permukaan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dibutuhkan
banyak bidang polygon. Bila hanya
menggunakan sedikit polygon, maka object yang didapat akan terbag i sejumlah pecahan
polygon. Sedangkan Modeling dengan NURBS (Non-Uniform Rational Bezier Spline) merupakan metode
paling populer untuk membangun sebuah
model organik. Kurva pada Nurbs dapat dibentuk dengan hanya tiga titik saja. Dibandingkan dengan kurva polygon yang
membutuhkan banyak titik (verteks)
metode ini lebih memudahkan untuk dikontrol. Satu titik CV (Control verteks) dapat mengendalikan satu area untuk
proses tekstur.
Proses
Rendering
Rendering
adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam rendering, semua
data-data yang sudah dimasukkan dalam
proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah
bentuk output. Dalam standard PAL
system, resolusi sebuah render adalah 720 x 576 pixels. Bagian rendering
yang sering digunakan:
Field
Renderin
Field
rendering sering digunakan untuk mengurangi strobing effect yang disebabkan gerakan cepat dari sebuah obyek
dalam rendering video.
Shader
Shader
adalah sebuah tambahan yang digunakan dalam 3D software tertentu dalam proses special rendering. Biasanya
shader diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan special effect tertentu seperti lighting effects, atmosphere,
fog dan sebagainya.
Texturing
Proses
texturing ini untuk menentukan karakterisik sebuah materi obyek dari segi tekstur. Untuk materi sebuah object
bisa digunakan aplikasi properti
tertentu seperti reflectivity, transparency, dan refraction. Texture
kemudian bisa digunakan untuk
meng-create berbagai variasi warna pattern, tingkat kehalusan/kekasaran sebuah lapisan object
secara lebih detail.
Image
dan Display
Merupakan
hasil akhir dari keseluruhan proses dari pemodelan. Biasanya obyek pemodelan yang menjadi output adalah
berupa gambar untuk kebutuhan koreksi
pewarnaan, pencahayaan, atau visual effect yang dimasukkan pada tahap teksturing pemodelan. Output images memiliki
Resolusi tinggi berkisar Full 1280/Screen berupa file dengan JPEG,TIFF, dan
lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://desoftskill.blogspot.co.id/2015/09/konsep-pemodelan-grafis.html


0 komentar:
Posting Komentar