Pages

Kamis, 28 November 2013

Pemilu 2014, Ada yang Baru ?

Pemilu 2014, Eksperimen Demokrasi, Baru Tapi Lama


Assalammualikum.WR.WB

Kali ini saya akan membahas tentang Pemilu 2014 dikabarkan pemilu 2014 nanti akan ada perubahan tentang pemilihan dan sistemnya dan ini semua berpengaruh pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD karena sebelumnya banyak terjadi kesalahan dan kecurangan dalam pemilihannya.

Dalam UU No 8 tahun 2012, undang-undang ini mengatur tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Perdebatan panjang antar partai di DPR bahkan sempat deadlock mewarnai risalah lahirnya undang-undang ini. Beberapa perdebatan yang sebelumnya sempat alot adalah mengenai besaran parlementary threshold, jumlah kursi setiap dapil, sistem pemilu dengan proporsional terbuka atau tertutup, dan metode pemberian suara. Sayang perdebatan panjang tersebut berakhir seolah anti klimak, karena ternyata Undang-undang ini tidak banyak merubah dari undang-undang sebelumnya. Sangat sedikit hal-hal yang secara prinsip diubah dalam undang undang ini.

Beberapa Perubahan Dalam Undang-Undang ini .



Sekalipun tidak banyak mengalami perubahan beberapa perubahan dapat dicatat sebagai berikut :  

pertama besaran Parlementary Threshold, sesuai dengan ketentuan pasal 208 besaran ambang batas adalah 3,5 %. Kursi hanya diberikan pada parpol yang mencapai ambang batas 3,5 % secara nasional dari suara sah. Angka ini naik cukup signifikan karena pemilu sebelumnya angkanya sebesar 2,5 %. Perdebatan ini cukup alot karena setiap kenaikan akan mengancam keberadaan parpol kecil di parlemen. Parpol kecil berargumen tentang representasi dari keberagaman dan minoritas, sedangkan beberapa parpol besar berargumen tentang penyederhanaan parpol, efektifitas fungsi parlemen dan pendekatan sistem presidensiil.
Perubahaan besaran ambang batas ini juga mengancam nasib partai-partai di daerah, karena ambang batas 3,5 % juga akan digunakan dalam menghitung perolehan kursi untuk DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Ketentuan ini dulu tidak digunakan dalam menghitung distribusi kursi di daerah, sehingga komposisi anggota DPRD baik Provinsi maupun kabupaten/kota masih terdapat beberapa kursi yang diduduki oleh parpol yang tidak punya kursi di DPR. Sebut saja PKPB dan PDK untuk kasus di Yogyakarta. Kasus ini akan sangat ekstrem jika kita melihat beberapa sebaran kursi di beberapa provinsi lain, di NTT misalnya PDS adalah salah satu parpol yang mayoritas, namun karena PDS tidak punya kursi di DPR maka keberadaannya di daerahpun terancam dalam pemilu yang akan datang.

Perbedaan kedua adalah ketatnya persyaratan pendaftaran parpol baru maupun parpol yang gagal mencapai ambang batas dalam pemilu 2009. Untuk mendaftar di KPU harus mempunyai kepengurusan dan kantor tetap di setiap provinsi (100%), 75 % kepengurusan dan kantor tetap di Kabupaten/Kota dan kepengurusan di kecamatan 50%. Ketentuan yang lama 75 % di Provinsi dan 50 % di kabuaten/kota. Sekalipun perubahan ini dinilai kurang mendasar, namun ketentuan ini dinilai tidak adil dan diskriminatif oleh banyak partai. Oleh karena itu mereka selanjutnya mengajukan gugatan ke MK untuk membatalkan pasal 8. Jika nantinya gugatan di MK dikabulkan maka harapan dari para anggota DPR yang menghendaki adanya sedikit parpol sebagai peserta pemilu dipastikan akan kandas.

Perbedaan ketiga, untuk DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota akan kembali dihitung dan disusun ulang mengenai alokasi kursi dan daerah pemilihan (dapil). Ketentuan pokok dalam menghitung dapil di pemilu nanti adalah menggunakan jumlah penduduk terakhir yang diberikan oleh pemerintah kepada KPU dalam rangka tahapan pemilu ini, jumlah kursi antara 3-12 kursi, dapat memecah kabupaten untuk dapil DPRD Provinsi, dan dapat memecah Kecamatan untuk DPRD kabupaten/kota.

Ketentua Baru Tapi Lama.



Pertama pada pemilu 2009 KPU berikut semua jajarannya sibuk mensosialisasikan metode pemberian suara yang mengalami perubahan dari mencoblos menjadi mencontreng. Perubahan ini dinilai mendasar karena praktek mencoblos sudah diterapkan sejak pemilu pertama kali yaitu tahun 1955, dimana kita seolah-olah akan naik kasta dari mencoblos yang merupakan simbol dari keterbelakangan, menjadi menulis yang merupakan simbol dari budaya inteketual. Namun oleh DPR metode mencontreng atau mencentang ini dinilai kurang berhasil dan justru menimbulkan banyak perdebatan yang kurang substantif dalam menentukan sah atau tidaknya surat suara yang sudah dicontreng. Oleh karenanya dalam pasal 154 disebutkan bahwa pemberian suara dalam pemilu yang akan datang dipastikan kembali dengan mencoblos.

Kedua, ketentuan lain yang baru tapi lama adalah diaktifkannya kembali rekapitulasi penghitungan suara di PPS (tingkat desa/kelurahan). Ketentuan ini dalam pemilu lalu tidak dilaksanakan tapi langsung ke PPK (kecamatan). Dahulu DPR membuat regulasi ini dilatarbelakangi oleh kecurigaan bahwa di PPS lah yang banyak ditemukan kecurangan dalam penghiungan suara. Namun akibat dari ketentuan ini menyebabkan kerja PPK overload dan susah menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan cermat. Oleh karenanya dalam pemilu yang akan datang ketentuan tentang rekapitulasi penghitungan suara di PPS kembali dihidupkan. Kebijakan ini tentu akan mempermudah kerja-kerja PKK sehingga PPK dapat bekerja lebih baik dan akurat. Sementara soal kecurigaan kecurangan di PPS diselesaikan dengan pengawasan oleh panitia pengawas lapangan yang ada di setiap desa/kelurahan dan tentu saja optimalisasi para saksi dari partai poilitik.

Harapan saya hanya satu untuk keseluruhan, yaitu :

Bangsa yang sudah lebih 67 tahun merdeka memiliki hutang kurang lebih Rp. 2000 Trilyun akan menentukan PEMIMPIN pada 2014 nanti. Presiden dan para Wakil Rakyat  nantinya akan SANGAT diharapkan dapat melunasi hutang tersebut dan jangan sampai nantinya akan menambah hutang Bangsa yang semakin bertambah, sehingga akan berdampak besar pada hidup dan kehidupan Rakyat Indonesia.

Minggu, 17 November 2013

Dampak positif dan negatif menonton tayangan televisi



Dampak positif dan negatif menonton tayangan televisi

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Dampak positif dan negatif menonton tayangan televisi , pada jaman yang canggih ini sekarang dari tahun ke tahun kemajuan teknologi semakin pesat terutama di indonesia. Sebagai contoh media elektronik seperti Televisi, apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Televisi/TV ? yah benar pasti anda berpikir tentang program-program tayangan TV. Seperti yang anda ketahui tanyangan pertelevisian di indonesia sudah makin membaik dari tahun-ketahun dan semakin menarik misalnya contoh program di televisi yang saat ini sedang terkenal YukKeepSmile disalah satu televisi swasta di indonesia program tersebut saat ini sangat banyak di gemari masyarakat indonesia dengan mengikuti goyangan yang diberi nama Goyang Cesar dan adanya Komedian.

Beberapa acara program Televisi saat ini juga banyak sekali yang mengandung hal-hal Negatif dan Positif, diantaranya hal-hal yang berbau Negatif program acara tayangan yang nggak bermutu, yang tidak ada edukasi , berbau porno yang saat tayang hanya pada jam 12 malam saja, dan adanya tayangan yang menampilkan sosok mahluk beda alam seperti acara-acara uji nyali dan sebagainya sehingga para penonton yang melihat tidak mendapatkan hal yang bagus dari program tesebut terutama bagi anak-anak yang menonton karena masa anak-anak adlah masa yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Dan beberapa dampak positifnya dari menonton tayangan yang bagus dan beredukasi adalah kita mendapat wawasan tentang hal-hal yang kita tidak ketahui sebelumnya, kita dapat belajar dari tayangan tersebut dengan mengikuti hal yang baiknya, mendapat maanfaat dari apa yang ditayangkan, contoh program yang beredukasi adalah Laptop Si Unyil, Tau Gak Sih? , Bocah Petualang. Menurut saya program tersebut sangat bagus bagi kita baik Orang dewasa ataupun Anak-anak karena tayangan tersebut membahas atau menampilkan suatu tentang bagaimana cara memproduksi makanan sehat,minuman,Mainan,Membuat Baju dan produksi-produksi lainnya. Di tayangan tersebut juga sangat memperkenalkan kebudayaan indonesia dari pelosok penjuru indonesia dengan macam-macam kebudayaanya. Dan yang saya ingat ada salah satu program televisi di TVRI ( Televisi Republik Indonesia ) yang tentang pembahasan soal-soal mata pelajaran sekolah menurut saya itu sangat-sangat bagus karena sangat berguna bagi adik-adik yang ingin belajar atau lebih ingin mengetahui tentang pembelajaran sekolah.

Pesan saya untuk pertelevisian di indonesia yaitu buatlah program tayangan yang bermutu dan berkualitas tinggi tapi tetap mengambil edukasinya.

Sekian artikel ini saya buat mohon maaf jika ada salah pengetikan kata atau tulisan yang tidak anda dapat pahami.


Jumat, 08 November 2013

Kepadatan penduduk di jakarta dan bagaimana cara mengatasinya ?

Kepadatan penduduk di D.K.I JAKARTA  ? bagaimana solusi untuk mengatasi semuanya itu ?

Dalam postingan saya kali ini adalah membahas tentang Kepadatan penduduk di jakarta dan bagaimana cara mengatasinya ? langsung saja.

Jakarta adalah ibu kota negara indonesia, kalo kita mendengar sebutan jakarta pasti yang ada dipikiran kita adalah kota metropolitan, kota para pencari kerja, kota pertama yang paling Aktif kegiatan para penduduknya dari pagi bahkan sampai ketemu pagi. itulah Jakarta ibu kota kita tercinta.

Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan karena beberapa bangunan pencakar langit, Mall-Mall besar yang berdiri dan para penduduknya yang bernilaikan Materi dan beberapa Badan-Badan Pemerintahan yang terpusat di jakarta serta fasilitas-fasilitas yang ada di jakarta begitu mewah kalo menurut saya pribadi yah itu. Hehehe, akan tetapi dibalik semua itu Jakarta juga memiliki beberapa permasalahan yang bahkan sampai generasi-generasi Gubernurnya dan Pemerintah bahkan tidak bisa mengatasi permasalahan itu. Kalian semua pasti tahu dong apa saja yang menjadi permasalahan yang ada di ibu kota jakarta ?  dimulai dari Kemacetan dan Banjir itu semua karena banyaknya penduduk yang ada kemudian di setiap wilayah yang ada dibuat tempat permukiman masyrakat, Gedung, Mall dan lain-lain, sehingga daerah peresapan untuk air hujan pun semakin menipis yang akhirnya dapat menyebabkan banjir.

Kemudian kemacetan ? wah saya sendiri bahkan sudah sangat frustasi dengan kemacetan ibu kota jakarta yang sekarang, bagaimana tidak setiap wilayah yang ada dijakarta pasti selalu menimbulkan kemacetan, betul tidak ? beberap faktor yang terkadang menimbulkan terjadinya kemacetan adalah para angkutan umum yang terkadang suka berhenti mendadak dijalan, banyaknya parkir liar, banyaknya pedangang kaki lima yang berjualan di badan jalan bahkan sampai ada sistem traffic lalu lintas yang kacau seperti lampu merah yang terkadang harusnya lampu Hijau ini malah lampu merah terus-menerus . aduh udah tidak terbayang deh kota metropolitan yang sekarang ini.

Semua itu tak lepas dari para penduduknya, kepadatan penduduk adalah salah satu masalah yang ada di jakarta bagaimana tidak puluhan juta manusia tinggal di daerah jakarta sampai membludaknya penduduk.
Kepadatan penduduk terjadi karena sistem pemerintahan yang kurang bertanggung jawab dan peduli, yah walaupun beberapa tahun belakangan ini pemerintah mengadakan program BKKBN dimana satu keluarga hanya dianjurkan memiliki dua anak dan tidak diperbolehkannya menikah di usia dini . walaupun program itu ada menurut saya tetap saja penduduk yang ada dijakarta semakin banyak, karena bukan hanya itu saja masih banyak yang lain seperti orang lain yang tinggal di daerah misalkan Bekasi, Depok, Tanggerang  berkerja dijakarta mungkin tidak mungkin betapa sesaknya ibu kota jakarta yang sekarang . bisa anda lihat sendiri banyak pendatang yang ingin mencari kerja dijakarta namun apa daya dengan kemampuan yang sangat minim mereka akhirnya hanya bisa jadi pedagang, pemulung , gelandangan dan lain-lain. Anda juga pasti bisa menilai banyaknya penduduk yang menempati wilayah dengan membangun rumah secara berdempetan itu karena  banyaknya penduduk, iyakan ? lihat saja didaerah permukiman padat penduduk seperti di kebayoran itu disana sangat-sangat padat sehingga terkadang suka menimbulkan masalah seperti kebakaran hanya karena satu rumah yang terbakar namun karena banyaknya rumah maka merembet lah apinya sehingga menyebabkan banyaknya rumah yang terbakar.

Dan dari semua itu jika kita berfikir lebih dalam mungkin kita bisa mencari solusinya yang terbaik dengan mementingkan kerja sama yang ada, mengatasi permasalahan di jakarta tidaklah cukup satu orang saja tapi semuanya. 

Dan menurut  saya pribadi solusi yang tepat untuk mengatasi kepadatan penduduk dijakarta adalah buat program Sidaks perwilayah setiap minggu dimana yang kedapatan tidak memiliki KTP asli Jakarta dikembalikan kedaerahnya masing-masing, namun dibarengi dengan kejujuran hati para Pegawai Negri Sipil yang berkerja di badan pemerintahan untuk tidak menyelewengkan masyarakat pendatang baru yang ingin buat KTP jakarta dengan hanya sogokan uang jadi dimudahkan untuk membuatnya dan Matangkan terus program BKKBN itu sendiri.

Sekian postingan Kepadatan penduduk di jakarta dan bagaimana cara mengatasinya ? .

Dilarang mengcopy-pastekan artikel ini, jika ingin copy-paste sertakan url blog kalian dalam bentuk komentar. Terima kasih

Kamis, 07 November 2013

Trik Internet Unlimited XL Gratis

Trik Internet Unlimited XL Gratis. Pada kesempatan ini Blogfly akan berbagi trik internet gratis xl yang masih work dengan speed kenceng dan ulimited quota. So bagi ente-ente yang demen download bakalan demen banget sama tools berikut ini, karena dengan tools sederhana berikut ente bakalan bisa donlot sepuasnya gratis plus unlimited dengan speed kenceng banget.

Penasaran?

Ok tanpa panjang lebar, berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk bisa mendapatkan xl gratis internet ulimited.

Siapkan Modem GSM (kualitas modem nantinya juga mempengaruhi speed internet)
Kartu perdana XL (tanpa pulsa tidak masalah)
dan aplikasi berikut ini  tool xl gratis


Untuk tutorial penggunaannya, saya tulis lengkap beserta penjelasan dan gambar pada dokumen .pdf berikut, silahkan di download di sini.

nih gan hasil screenshoot dari settingan ane 100% Work :-) 






sekian tutorial Trik Internet Unlimited XL Gratis semoga bermanfaat. dan kalo ada yang masih membingungkan silahkan ditanyakan.

pemberitahuan : ane buat postingan ini karena, banyak blog yang berisikan postingan tentang trik-trik internet gratis.

Sabtu, 26 Oktober 2013

PROVINSI RIAU



PROVINSI RIAU, Indonesia.

Indonesia adalah negara kepulauan karena memiliki banyak pulau yang membentang dari sabang sampai merauke. Karena banyaknya pulau yang ada di Indonesia menyebabkan kebudayaan dan kesenian tiap daerah berbeda pula. Riau adalah salah satu provinsi daerah yang berada di Indonesia yang terletak di pulau Sumatra.

Kali ini saya akan mencoba untuk menerangkan dan menjelaskan beberapa kebudayaan yang ada di daerah ini. Riau memiliki kebudayaan dan kesenian yang khas dari daerahnya sendiri, kebudayaan yang ada di Riau memiliki ciri khas sebagai kebudayaan melayu. Adat dan kebudayaan melayu yang mengatur tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dan berasal dari daerah ini. 
Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. 

1.Suku Bangsa

Mereka terdiri dari Jawa (25,05%), Minangkabau (11,26%), Batak (7,31%), Banjar (3,78%), Tionghoa (3,72%), dan Bugis (2,27%). Suku Melayu merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir. Namun begitu, ada juga masyarakat asli bersuku rumpun Minangkabau terutama yang berasal dari daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan sebagian Inderagiri Hulu. Juga masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih mengaku sebagai Melayu daripada sebagai Minangkabau ataupun Batak. Abad ke-19, masyarakat Banjar dari Kalimantan Selatan dan Bugis dari Sulawesi Selatan, juga mulai berdatangan ke Riau. Mereka banyak bermukim di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya Tembilahan. Di bukanya perusahaan pertambangan minyak Caltex pada tahun 1940-an di Rumbai, Pekanbaru, mendorong orang-orang dari seluruh Nusantara untuk mengadu nasib di Riau. Suku Jawa dan Sunda pada umumnya banyak berada pada kawasan transmigran. Sementara etnis Minangkabau umumnya menjadi pedagang dan banyak bermukim pada kawasan perkotaan seperti Pekanbaru, Bangkinang, Duri, dan Dumai. Begitu juga orang Tionghoa pada umumnya sama dengan etnis Minangkabau yaitu menjadi pedagang dan bermukim khususnya di Pekanbaru, serta banyak juga terdapat pada kawasan pesisir timur seperti di Bagansiapiapi, Selatpanjang, Pulau Rupat dan Bengkalis.

2. Bahasa

Bahasa pengantar masyarakat provinsi Riau pada umumnya menggunakan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu umumnya digunakan di daerah-daerah pesisir seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan di sekitar pulau-pulau.

3. Agama

Dilihat dari komposisi penduduk provinsi Riau yang penuh kemajemukan dengan latar belakang sosial budaya, bahasa, dan agama yang berbeda, pada dasarnya merupakan aset bagi daerah Riau sendiri. Agama-agama yang dianut penduduk provinsi ini sangat beragam, diantaranya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

4. Sumber Daya Alam

Provinsi ini memiliki sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak bumi dan gas, serta emas, maupun hasil hutan dan perkebunannya. Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan antara pusat dengan daerah. Aturan baru ini memberi batasan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya, dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.

Berikut beberapa sumber daya alam yang ada di Riau dan pemaanfaatannya :

1.  Pertanian & perkebunan
2.  Hutan & ikan
3. Wisata Alam ( Pulau Jemur, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Air Tejun Matek Tetua ).

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Riau

Pengunjung