Pengertian
Menurut Wikipedia,
Bioinformatika
(bahasa Inggris: bioinformatics) adalah (ilmu yang mempelajari) penerapan
teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.
Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan
informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan
menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan
dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola
informasi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi
struktur untuk meramalkan bentuk struktur proteinmaupun struktur sekunder RNA,
analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa bioinformatika adalah ilmu yang mempelajari penerapan
bidang biologi dan bidang informatika yang disajikan dalam satu sehingga
digunakan untuk menganalisa informasi biologis yang bertujuan memecahkan
masalah – masalah biologis.
Ilmu
ini mengajarkan aplikasi, analisis, dan mengorganisir miliaran bit informasi
genetik dalam sel mahluk hidup. Studi bioinformatika terutama didukung uleh
studi genomik, biologi komputasi, dan teknologi komputer. Menurut Roderick
(lihat Hieter & Boguski, 1997), genomik adalah studi yang berhubungan
dengan pemetaan, sekuen, dan analisis genom. Walaupun belum jelas, secara umum
Genomik bisa diartikan sebagai penggunaan informasi genom secara sistematis,
dengan data eksperimental baru untuk menjawab permasalahan biologis, medis,
maupun industri (Jordan, 1999).
Bioinformatika
sendiri mencakup kajian yang lebih mendalam dari genomik. Dalam studi
bioinformatika digunakan komputer yang mampu menyimpan data dalam jumlah yang
sangat banyak dan didukung berbagai macam software untuk menganalisis jutaan
data yang berasal dari mahluk hidup.
SEJARAH
Istilah
bioinformatics mulai dikemukakan pada pertengahan era 1980-an untuk mengacu
pada penerapan komputer dalam biologi. Namun, penerapan bidang-bidang dalam
bioinformatika (seperti pembuatan basis data dan pengembangan algoritma untuk
analisis sekuens biologis) sudah dilakukan sejak tahun 1960-an.
Kemajuan
teknik biologi molekular dalam mengungkap sekuens biologis dari protein (sejak
awal 1950-an) dan asam nukleat (sejak 1960-an) mengawali perkembangan basis
data dan teknik analisis sekuens biologis. Basis data sekuens protein mulai
dikembangkan pada tahun 1960-an di Amerika Serikat, sementara basis data
sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970-an di Amerika Serikat dan Jerman (pada
European Molecular Biology Laboratory, Laboratorium Biologi Molekular Eropa).
Penemuan tekniksekuensing DNA yang lebih cepat pada pertengahan 1970-an menjadi
landasan terjadinya ledakan jumlah sekuens DNA yang berhasil diungkapkan pada
1980-an dan 1990-an, menjadi salah satu pembuka jalan bagi proyek-proyek pengungkapan
genom, meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan dan analisis sekuens, dan pada
akhirnya menyebabkan lahirnya bioinformatika.
Perkembangan
Internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Basis data bioinformatika
yang terhubung melalui Internet memudahkan ilmuwan mengumpulkan hasil
sekuensing ke dalam basis data tersebut maupun memperoleh sekuens biologis
sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaran program-program aplikasi
bioinformatika melalui Internet memudahkan ilmuwan mengakses program-program
tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.
PERKEMBANGAN
BIOINFORMATIKA

Studi
Bioinformatika mulai tumbuh sebagai akibat dari perkembangan berbagai metode
sekuens baru yang menghasilka data yang sangat banyak. Hal tersebut, secara
kebetulan, didukung pula oleh teknologi penyimpanan, manajemen, dan pertukaran
data melalui komputer. Inovasi dalam pemetaan dan sekuensing memiliki peran
penting dalam proses pengambilan data biologis. Penggunaan Yeast Artificial
Chromosome (YAC), sangat membantu dalam konstruksi peta fisik genom kompleks
secara lengkap (Touchmann & Green, 1998). Untuk mengklon fragmen-fragmen
DNA besar (sekitar 150.000 pasangan basa) digunakan bacterial Artificial
Chromosome (BAC).
Kemungkinan,
teknologi yang paling banyak kontribusinya adalah teknologi PCR. Walaupun
tergolong tua (PCR ditemukan tahun 1985), meode ini sangat efektif, dan telah
mengalami penyempurnaan selama bertahun-tahun.
Perkembangan
teknologi sekuensing dimulai dan semi-automatic sequencer yang pertama pada
tahun 1987, dilanjutkan dengan Taq Cycle sequencing pada tahun 1990. Pelabelan
Flourescen fragmen DNA dengan Sanger dideoxy Chain Termination Method,
merupakan dasar bagi proyek sekuensing skala besar (Venter et. al., 199).
Seluruh
perkembangan tersebut sia-sia saja tanpa obyek yang diteliti, yang memiliki
nilai komersil tinggi dan data yang berlimpah. Gampang ditebak, pasti Manusia
melalui Human Genome Project.
Selain
perkembangan dalam bidang Genomik, Bioinformatika sangat dipengaruhi oleh
perkembangan di bidang teknologi informasi dan komputer. Pada fase awal
(sekitar tahun 80-an) perkembangan yang paling signifikan adalah kapasitas
penyimpanan data. Dari hanya baeberapa puluh byte (1980), hingga mencapai
Terabyte (1 terabyte=1 trilyun byte),
Setelah
pembuatan database, selanjutnya dimulai perkembangan pemuatan perangkat lunak
untuk mengolah data. Awalnya, metode yang digunakan hanya pencariaan kata
kunci, dan kalimat pendek. perkembangan selanjutnya berupa perangkat lunak
dengan algoritma yang lebih kompleks, seperti penyandian nukleotida, menjadi
asam-asam amino, kemudian membuat struktur proteinnya. Saat ini, perangkat
lunak yang tersedia meliputi pembacaan sekuens nukleotida dari gel
elektroforesis, prediksi kode protein, identifikasi primer, perbandingan
sekuens, analisis kekerabatan, pengenalan pola dan prediksi struktur. Dengan
perkembangan seperti diatas, ternyata masih belum cukup. Kurangnya pemahaman
terhadap sistem biologis dan organisasi molekular membua analisis sekuens masih
mengalami kesulitan. Perbandingan sekuens antar spesies masih sulit akibat
variabilitas DNA.
Usaha
yang dilakukan saat ini, baru mencoba mempelajari eori-teori tersebut melalui
proses inferensi, penyesuaian model, dan belajar dari contoh yang tersedia
(Baldi & Brunac, 1998). Perkembangan perangkat keras komputer juga berperan
sangat penting. Kecepatan prosesor, kapasitas RAM, dan kartu grafik merupakan
salah satu pendorong majunya bioinformatika. Terakhir perkembangan
bioinformatika sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan jaringan Internet. Mulai
dari e-mail, FTP, Telnet (1980-an), Gopher, WAIS, hingga ditemukannya World
Wide Web oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, mendukung kemudahan transfer
data yang cepat dan mudah. Saat ini, telah tersedia sekitar 400 database
biologis yang dapat diakses melalui internet.
.
Potensi dan Aplikasi Bioinformatika
Potensi
komersial dari aplikasi bioinformatika sangat menggiurkan. Pada tahun 1998
saja, pangsa pasarnya mencapai sekitar $290 juta, dan diperkirakan akan
mencapai $2 milyar pada tahun 2005. Selama bulan Maret tahun 2000
investasi pada bidang ini sedikitberkurang. Hal tersebut disebabkan oleh
pernyataan Presiden AS Bill Clinton dan PM Inggris Tony Blair, yang membebaskan
akses terhadap informasi genom manusia sehingga dianggap menghalangi paten
terhadap genom manusia. Tapi, pada akhir bulan, investasi mulai kembali normal
karena bioinformatika masih dianggap cukup prospektif di masa depan.Menurut
laporan Ventureone di Amerika Serikat pada tahun 2001 dana-dana ventura telah
mencapai $700 juta digunakan untuk pengembangan bioinformatika.Sementara itu,
kepala Divisi Teknologi Khusus untuk Bioinformatika yang pertama di Microsoft
menganggap, ini adalah peluang yang amat besar. Penjualan komputer untuk
ilmuwan-ilmuwan akan mencapai $43 juta.
Cabang-cabang ilmu Bioinformatika
1. Bioinformatika Klasik
Sebagian
besar ahli Biologi mengistilahkan ‘mereka sedang melakukan Bioinformatika’
ketika mereka sedang menggunakan komputer untuk menyimpan, melihat atau
mengambil data, menganalisa atau memprediksi komposisi atau struktur dari
biomolekul. Ketika kemampuan komputer menjadi semakin tinggi maka proses yang
dilakukan dalam Bioinformatika dapat ditambah dengan melakukan simulasi. Yang
termasuk biomolekul diantaranya adalah materi genetik dari manusia --asam
nukleat-- dan produk dari gen manusia, yaitu protein. Hal-hal diataslah yang
merupakan bahasan utama dari Bioinformatika "klasik", terutama
berurusan dengan analisis sekuen (sequence analysis).
2. Bioinformatika Baru
Salah
satu pencapaian besar dalam metode Bioinformatika adalah selesainya proyek
pemetaan genom manusia (Human Genome Project). Selesainya proyek raksasa
tersebut menyebabkan bentuk dan prioritas dari riset dan penerapan
Bioinformatika berubah. Secara umum dapat dikatakan bahwa proyek tersebut
membawa perubahan besar pada sistem hidup kita, sehingga sering disebutkan
terutama oleh ahli biologi bahwa kita saat ini berada di masa pascagenom.
Dari
uraian di atas terlihat bahwa Bioinformatika sangat mempengaruhi kehidupan
manusia, terutama untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Penggunaan
komputer yang notabene merupakan salah satu keahlian utama dari orang
yang bergerak dalam TI merupakan salah satu unsur utama dalam Bioinformatika,
baik dalam Bioinformatika "klasik" maupun Bioinformatika
"baru".
Bidang-bidang yang terkait dengan
BioInformatika
1. Genomics
Adalah
bidang ilmu yang ada sebelum selesainya sekuen genom, kecuali dalam bentuk yang
paling kasar. Genomics adalah setiap usaha untuk menganalisa atau membandingkan
seluruh komplemen genetik dari satu spesies atau lebih.
2. Informatika Medis
Sebagai
pembelajaran, penemuan, dan implementasi dari struktur dan algoritma untuk
meningkatkan komunikasi, pengertian, dan manajemen informasi medis.
3. Komputasional Biologi
Bidang
ini fokus pada Computational Biology adalah gerak evolusi, populasi, dan
biologi teoritis daripada biomedis dalam molekul dan sel.
4. Proteomics
Bidang
ini menggunakan bioinformatika untuk menyelidiki protein yang tersusun oleh
genomika.
5. Biofisika
Merupakan
sebuah bidang berdasarkan teknik-teknik dari ilmu fisika untuk memahami
struktur dan ilmu biologi. Ilmu ini terkait dengan bioinformatika karena untuk
mengenal teknik-teknik dari ilmu fisika untuk memahami struktur tersebut
membutuhkan penggunaan TI. Bidang-bidang yang terkait dengan BioInformatika.
Beberapa aplikasi bioinformatika
1.Transformasi
sekuen menjadi informasi genetik.
Intinya
adalah menjual data, dalam bentuk gen komplit, atau fragmen, yang dapat
digunakan oleh pihak lain untuk mencari potensi terhadap gen tersebut.
2.Pasien
sebagai komoditas
Pasien
dengan kecenderungan terhadap penyakit tertentu dapat diketahui, sehingga mudah
sekali bagi perusahaan oba untuk menawarkan produknya.
3.Mencari
potensi gen
Potensi
dari sebuah gen sangat beragam, bergantung pada ekspresi gen tersebut. Aplikasi
lebih lanjut dapat berupa transgenik, terapi genetik, atau berbagai rekayasa dan
pemanfaatan geneik lainnya. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi
Penerapan Bioinformatika
1. Bidang medis
Mempelajari perbedaan
genetik pada organisme yang sehat dengan yang sakit
Identifikasi agent
penyakit baru yang belum dikenal penyebabnya.
2. Industri farmasi
dan biotek
Untuk pengembangan
dan penemuan obat baru
Perancangan obat
berdasarkan gen atau struktur protein
3. Bidang pertanian
Menganlisis perbedaan
genetik pada tanaman yang sehat dengan yang sakit
Meningkatkan hasil
panen
4. Program-program
bioinformatika
program pencari
sekuen (sequence search) seperti BLAST.
program analisa
sekuen (sequence analysis) seperti EMBOSS dan paket Staden.
program prediksi
struktur seperti THREADER atau PHD.
program
imaging/modelling seperti RasMol dan WHATIF.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
https://davidbatax.wordpress.com/2014/04/29/pengertian-bioinformatika/
ftp://202.125.94.81/pub/linux/docs/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/50/Bioinformatika.pdf
http://ajenglistiani.blogspot.co.id/2015/06/bio-informatika.html
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
https://davidbatax.wordpress.com/2014/04/29/pengertian-bioinformatika/
ftp://202.125.94.81/pub/linux/docs/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/50/Bioinformatika.pdf
http://ajenglistiani.blogspot.co.id/2015/06/bio-informatika.html


